Selasa, 24 April 2012

Beasiswa Fast-Track

Meraih pendidikan tinggi diluar negeri adalah cita-cita sebagian besar  orang . Apalagi dapat meraih gelar master atau doctor dalam usia muda sebelum 27 tahun. Dan saya merupakan salah satu dari mereka yang menginginkannya. Saya beruntung mendapatkan beasiswa Fast Track untuk mewujudkan cita-cita yang selama ini hanya terpendam. Apa itu Fast Track??

Fast Track merupakan sebuah program dari Kementerian Pendidikan Nasional yang dikoordinasikan oleh Beasiswa Unggulan Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) dan SEAMOLEC, yang digunakan sebagai metode perekrutan dalam menjaring peserta program debt swap KEMDIKNAS, khususnya mahasiswa doktor dari Indonesia.
 
Terdapat 3 jenis Program Fast Track diantaranya:

a.    Program akselerasi.
Mahasiswa yang ada di program akselerasi dipilih yang memiliki predikat baik di prestasi akademiknya.

b.    Program percepatan langsung doktor.
Program sarjana di Indonesia berlangsung selama 4 tahun dengan skripsi/tugas akhir di semester akhir. Oleh karena itu, kurang lebih sama dengan Honours degree di sistem pendidikan Commonwealth. Yakni menyediakan mekanisme bagi lulusan sarjana berpredikat baik untuk langsung melanjutkan ke program Doktor.

c.    Program master pilihan.
Para pemenang kompetisi yang telah lulus SMA dan akan melanjutkan studinya ke jenjang berikutnya serta memiliki sertifikat dari kompetesi sains yang telah diikuti, dapat mengikuti program ini. Disamping itu kandidat akan dibantu oleh Kelompok Kerja untuk mendapatkan Doktorvater.
Meraih pendidikan tinggi diluar negeri adalah cita-cita sebagian besar  orang . Apalagi dapat meraih gelar master atau doctor dalam usia muda sebelum 27 tahun. Dan saya merupakan salah satu dari mereka yang menginginkannya. Saya beruntung mendapatkan beasiswa Fast Track untuk mewujudkan cita-cita yang selama ini hanya terpendam. Apa itu Fast Track??

Fast Track merupakan sebuah program dari Kementerian Pendidikan Nasional yang dikoordinasikan oleh Beasiswa Unggulan Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) dan SEAMOLEC, yang digunakan sebagai metode perekrutan dalam menjaring peserta program debt swap KEMDIKNAS, khususnya mahasiswa doktor dari Indonesia.
Terdapat 3 jenis Program Fast Track diantaranya:
a.    Program akselerasi.
Mahasiswa yang ada di program akselerasi dipilih yang memiliki predikat baik di prestasi akademiknya.
b.    Program percepatan langsung doktor.
Program sarjana di Indonesia berlangsung selama 4 tahun dengan skripsi/tugas akhir di semester akhir. Oleh karena itu, kurang lebih sama dengan Honours degree di sistem pendidikan Commonwealth. Yakni menyediakan mekanisme bagi lulusan sarjana berpredikat baik untuk langsung melanjutkan ke program Doktor.
c.    Program master pilihan.
Para pemenang kompetisi yang telah lulus SMA dan akan melanjutkan studinya ke jenjang berikutnya serta memiliki sertifikat dari kompetesi sains yang telah diikuti, dapat mengikuti program ini. Disamping itu kandidat akan dibantu oleh Kelompok Kerja untuk mendapatkan Doktorvater.


Beasiswa yang saya pilih adalah beasiswa Fast Track Perancis, dimana saya dapat melanjutkan studi S2 semester 3 dan 4 di negara Perancis. Seperti program Sandwich atau semacam Double Degree. Jadi tahun pertama S2 di kampus tercinta ITS Surabaya dan tahun kedua dilanjutkan ke Perancis. Semua biaya pendidikan S2 maupun kursur bahasa ditanggung oleh pihak penyelenggara beasiswa. Saya sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Nasional, oleh Beasiswa Unggulan Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) dan SEAMOLEC yang telah memberikan beasiswa ini kepada saya sehingga saya dapat meraih cita-cita dengan lebih mudah. Namun semua itu tidaklah mudah buat mahasiswa yang masih menempuh semester akhir S1 seperti saya karena selain harus menyelesaikan skripsi saya harus menjalani perkuliahan S2, kursus bahasa Perancis setiap harinya (6 hari dalam satu minggu) serta menjalan persyaratkan ISR yang harus dilakukan salah satunya adalah pembuatan blog ini. Semua itu membutuhkan kerja keras yang luar biasa, harus benar-benar bisa me-manage waktu dengan baik agar semua bisa berjalan dengan seimbang. Saat ini saya sedang dalam proses menjalani kursus bahasa untuk mendapatkan sertifikat yang disyaratkan oleh pihak perancis (DELF B2). Saya merasa sangat senang karena pengetahuan bahasa saya bertambah dengan mempelajari bahasa asing lainnya selain bahasa inggris. Alhamdulillah, saat ini saya telah dapat melewati dan lulus tingkatan A2. Dan saya berharap juga dapat lulus untuk tingkatan B1 dan B2 yang akan dilaksanakan dibulan Juni 2012 mendatang (Amin…). Karena itu merupakan syarat mutlak keberangkatanku ke perancis untuk menlanjutkan studi di sana.
Makasih...tunggu ceritaku selanjutnya ya….

Merci beaucoup….au revoir….
Akda